oh god…
Kaki melangkah ke depan menuju yang di tuju. Jeremy, lelaki yang memiliki bahu bidang itu berjalan ke arah depan cafe dimana Andrea menunggu.
Angin berhembus kencang dan menghempaskan helai demi helaian rambut milik wanita cantik yang sedang terduduk tampak seperti menunggu seseorang. Andrea yang melihat Jeremy berjalan menuju ke arahnya langsung melambaikan tangannya. Jantung Jeremy seperti berdegup semakin kencang setelah melihat perempuan yang menunggunya di depan.
Jeremy menghentikan langkahnya, ia merasa jantungnya terasa seperti ingin keluar dari badannya. Aneh, perasaan seperti ini tidak pernah muncul sebelumnya. Jeremy menghiraukan perasaannya dan terus berjalan kedepan menghampiri Andrea.
“halo kak, aku Andrea Januarta. panggil rea aja” sapa rea.
“oh halo rea, gua Jeremy. Kita ngobrol di dalem aja kali ya? sini re masuk.” Jeremy mempersilahkan Andrea untuk masuk ke dalam cafe.
di dalam cafe, Andrea dan Jeremy membicarakan tentang pekerjaan apa saja yang dilakukan oleh Andrea, berapa gaji yang akan diperoleh oleh Andrea. Setelah mereka merasa deal dengan persetujuan tadi, Jeremy membuka topik baru.
“kok gua ngga pernah liat lo kalo di rumah juan, re?” tanya Jeremy kepada Andrea.
“oh aku emang ngga tinggal sama juan kak, aku tinggal sendiri. dulu pernah sih satu apart, tapi ga kuat aku tinggal sama juan kak” jawab Andrea.
“wah hahaha, by the way kalo ngga nyaman pake aku-kamu mau pake gua-lo juga ngga apa apa kok re” ucap Jeremy.
“ngga deh kak, takut.” Andrea menolak tawaran laki laki yang ada di depannya itu.
“loh? kenapa re?” Jeremy kebingungan, kenapa takut? gua nyeremin kah? Jeremy bergumam dalam hati.
“takut ga sopan” Andrea menjawab ragu.
“hahahaha, lo lucu deh”
“HAH?? gimana gimana kak?” Andrea memastikan apa yang didengarnya tadi. Wajahnya memerah kebingungan.
“oh ngga, bukan apa apa” Jeremy menjawab Andrea terbata-bata.
1 menit… 2 menit… 3 menit… berlalu, mereka masih diam mengunci mulutnya masing masing. Andrea yang merasakan atmosfer tidak nyaman ini pun memutuskan untuk izin pulang dengan alasan sudah ditunggu Juan.
“kak, gua pulang ya? Juan nungguin gua” Andrea berdiri dari kursinya.
“ah iya re, mau ngapain re?” Jeremy bertanya.
“em, anu… mau itu… MAU NENGOKIN BUDE DI RS” Andrea tampak sangat kebingungan saat menjawab pertanyaan Jeremy.